Kamis, 02 Juli 2015

Teori Resensi



Definisi Resensi
Resensi berasal dari bahasa latin yaitu reveidere  atau recensere, yang mengandung arti melihat kembali, menimbang atau menilai. Tindakan merensensi buku berarti memeberikan penilaian, ungkapan, kembali isi buku, membahas atau menkritik buku. Resensi dibuat oleh seorang resensator. Resensi dibuat untuk memberi penilaian atas suatu buku, film, atau karya seni yang lain untuk memberitahu orang lain apakah hal yang diresensi tersebut layak atau tidak untuk dibaca, ditonton, atau didengar, dan lain-lain.
Resensi bersifat informatif, tidak berisi suatu kritikan yang mendalam atau penilaian tentang bermutu atau tidaknya suatu karya cipta tertentu. Meskipun bersifat informatif resensi juga bukan iklan tentang buku baru. Maksud ditulisnya sebuah resensi adalah menginformasikan isi buku kepada masyarakat.

Tujuan Resensi

Sebelum meresensi, hendaknya Resensor memahami tujuan resensi. Apa sebenarnya tujuan resensi buku? Yang jelas, kehadiran kolom resensi buku mempunyai tujuan tertentu. Jika dicermati, pemuatan resensi buku sekurang-kurangnya mempunyai lima tujuan. Kelima tujuan itu sebagai berikut :

1.      Memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah buku.

2.      Mengajak pembaca memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan lebih jauh fenomena atau problema yang muncul dalam sebuah buku.

3.      Memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah sebuah buku pantas mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.

4.      Memberikan informasi kepada pembaca tentang

a.        siapa pengarangnya? mengapa ia menulis buku itu?

b.      apa pernyataannya?

c.       bagaimana hubungannya dengan buku-buku sejenis karya pengarang yang sama?

d.      bagaimana hubungannya dengan buku-buku sejenis yang dihasilkan oleh pengarang-pengarang lain?

5.      Untuk segolongan pembaca resensi yang
a.       membaca agar mendapatkan bimbingan dalam memilih buku-buku.

b.       setelah membaca resensi berminat untuk membaca atau mencocokkan seperti apa yang ditulis dalam resensi.

c.       tidak ada waktu untuk membaca buku kemudian mengandalkan resensi sebagai sumber informasi.

Langkah-Langkah Meresensi Buku

1.    Penjajakan atau pengenalan terhadap buku yang diresensi. 
·         Mulai dari tema buku yang diresensi, disertai deskripsi isi buku.
·         Siapa penerbit yang menerbitkan buku itu, kapan dan di mana diterbitkan, tebal (jumlah bab dan halaman), format hingga harga.Siapa pengarangnya: nama, latar belakang pendidikan, reputasi dan prestasi, buku atau karya apa saja yang ditulis hingga mengapa ia sampai menulis buku itu.
·         Buku itu termasuk golongan buku yang mana: ekonomi, teknik, politik, pendidikan, psikologi, sosiologi, filsafat, bahasa, atau sastra.
2.      Membaca buku yang akan diresensi secara komprehensif, cermat, dan teliti. Peta permasalahan dalam buku itu perlu dipahami secara tepat dan akurat.
3.      Menandai bagian-bagian buku yang diperhatikan secara khusus dan menentukan bagian-bagian yang dikutip untuk dijadikan data.
4.       Membuat sinopsis atau intisari dari buku yang akan diresensi. 
5.      Menentukanlah sikap dan menilai hal-hal berikut ini.

·         Organisasi atau kerangka penulisan; bagaimana hubungan antara bagian yang satu dan bagian yang lain, bagaimana sistematikanya, dan bagaimana dinamikanya.
·          Isi pernyataan; bagaimana bobot idenya, bagaimana analisisnya, bagaimana penyajian datanya, dan bagaimana kreativitas pernikirannya.
·         Bahasa; bagaimana ejaan yang disempurnakan diterapkan, bagaimana kalimat dan penggunaan katanya, terutama untuk buku ilmiah.
·          Aspek teknis; bagaimana tata letak, bagaimana tata wajah, bagaimana kerapian dan kebersihan, dan pencetakannya (banyak salah cetak atau tidak).
·         Sebelum menilai, alangkah baiknya jika terlebih dahulu dibuat semacam garis besar (outline) dari resensi itu. Outline ini sangat membantu kita ketika menulis.
6.       Mengoreksi dan merevisi hasil resensi dengan menggunakan dasar-dasar dan kriteria-kriteria yang kita tentukan sebelumnya.

Bahasa resensi yang biasa digunakan umumnya bernas, tegas, dan tandas. Pemilihan karakter bahasa yang digunakan disesuaikan dengan karakter media cetak yang akan dimuat dan karakter pembaca yang menjadi sasarannya.

Unsur-unsur resensi
1.      Membuat judul resensi
2.      Menyusun buku data yang terdiri atas :
·         Judul Buku
·         Nama Pengarang
·         Nama Penerbit
·         Tahun Penerbit beserta cetakannya
·         Tebal Buku
·         Harga Buku
3.      Membuat Pembuka, yang dimulai dengan hal-hal berikut :
·         Memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja dan prestasi apa saja yang diperoleh.
·         Membadingkan buku sejenis yang sudah ditulis, baik oleh pengarang itu sendiri maupun pengarang lain.
·         Memaparkan kekhasan sosok pengarang.

·         Memaparkan keunikan buku.
·         Merumuskan tema buku.
·         Mengungkapakan kritik terhadap kelemahan buku.
4.      Tubuh atau isi peryataan resensi, biasanya membuat sinopsis isi buku secara bernas dan krologis, ulasan singkat buku dengan kutipan seperlunya, kelemahan dan keunggulan buku, tinjauan bahasa dan adanya salah cetak atau tidak.

5.      Penutup resesi buku, biasanya berisi buku itu penting untuk siapa dan mengapa. 

Adapun contoh dari Resensi

Judul buku     : I For You (Cinta yang selalu menjaga ku)
Pengarang      : Orizuka
Penerbit         : GagasMedia
Tahun terbit    : 2012   
Genre            : Teen Romance
Tebal Buku    :  380 Halaman

Penulis
Orizuka (nama asli Okke Rizka Septania) adalah pengarang novel-novel untuk remaja Indonesia yang telah menghasilkan 22 karya. Satu di antaranya yaitu Summer Breeze telah diangkat ke layar lebar pada tahun 2008. Lahir di Palembang 28 tahun silam, penggemar thriller ini senang mempelajari bahasa asing. Selain menulis, di waktu luang ia gemar membaca, menonton, dan mendengarkan musik. 

Sinopsis




Suatu hari dalam hidupku, kau dan aku bertemu. Masih jelas di ingatanku sosokmu yang memukauku. Lidahku jadi kelu, mulutku terkatup rapat karena malu. Setiap malam, bayangmu menari-nari dalam benakku.


Ada sejuta alasan mengapa aku begitu memujamu. Kau menyinari relung gelap hatiku. Kau satu-satunya orang yang ingin kurengkuh. Kau yang bertanggung jawab atas segala rindu. Kau adalah yang teristimewa bagiku.

Tanda-tandanya sudah jelas: aku menyukaimu. Tetapi, bagaimana caranya untuk mendekatimu? Kau begitu jauh, sulit kuraih dengan jari-jemariku.
Dan semakin lama, aku mulai menyadari satu hal. Bahwa kau dan aku mungkin ditakdirkan tak bisa bersatu

            Begitulah kisah cinta yang cukup berliku antara Princessa Setiawan (Cessa) si gadis bermata hazel yang jatuh cinta pada seorang lelaki yaitu Surya, lelaki berkulit sawo matang, dan kutu buku. Kisah cinta ini berawal dari suatu kebencian yang di sebabkan adanya perbedaan status antara mereka berdua. Cessa bagaikan putri istana yang selalu didampingi Benjamin Andrews (Benji) pangeran  impian kaum hawa yang sangat membenci orang miskin. Sedangkan Surya lelaki yang berhasil meraih beasiswa di sekolah ternama , tetapi Surya adalah orang miskin yang sangat membenci orang kaya.
            Begitulah kisah awal mereka dimulai. Dari yang saling membenci, namun diam-diam merasa saling membutuhkan. Cessa yang sebelumnya membenci Surya, perlahan-lahan mulai menerima keadaan status sosialnya Surya. Hal ini berawal dimana saat Surya menolong Cessa dari lemparan bola basket saat Cessa melihat anak-anak sedang bermain basket di lapangan. Cessa menyadari sesuatu tumbuh di hatinya semenjak itu sesuatu yang membuatnya bahagia dan penasaran.
            Kedekatan merekapun terus berlanjut, ditambah dengan kebiasaan dan rasa penasaran dari Cessa yang mengikuti Surya ke perpustakaan. Mereka sasling bercerita, berbagi tentang kehidupan. Dan saat dimana Cessa mengatakan bahwa ia menyukai Surya. Pernyataan yang membuat Surya tidak percaya bahwa  seorang bidadari bisa menyukai dirinya. Akhirnya, seorang Princess yaitu Cessa pun berpacaran dengan Surya si Kutu Buku. Namun, kisah cinta yang mereka alami tidak selamanya berjalan mulus. Ditambah dengan adanya sosok Benji yang selalu ada di sisi Cessa karena suatu alasan. Hal yang paling menyakitkan bagi Surya dimana saat Cessa terluka ataupun sakit Cesaa selalu memanggil nama Benji, padahal notaben nya Surya adalah pacarnya. Dan dalam situasi tersebut Benji juga sudah dekat dengan adik nya Surya yang bernama Bulan maka sebab itu Surya sangat menyesal. Tetapi saat berjalan nya waktu akhirnya Surya mengetahui sebenarnya tentang kedekatan Cessa dan Benji maka dari itu penyesalan yang di alami Surya cukup menyakitkan. Lalu waktu terus berjalan dan dimana dapat di katakan kalo JODOH GAK KEMANA !!! , dan akhirnya mereka bertemu kembali meskipun waktu yang memisahkan mereka sangat lama.
            Novel ini menyajikan tentang kehidupan masa remaja yang indah. Menggambarkan seseorang yang tidak normal ingin merasa normal dengan yang lainnya. Sosok yang rapuh, ingin terlihat sangat kuat dihadapan banyak orang. Novel ini memberikan banyak pelajaran bagi kita semua, bahwa orang yang tidak memiliki kemampuan yang cukup, masih ingin melakukan hal yang sama dengan orang lain. Tidak hanya itu,  di sini juga dijelaskan tentang status sosial yang sebenarnya tidak menjadi penghalang untuk meraih cita-cita. Ini terlihat ketika Surya mati-matian belajar untuk meraih beasiswa agar ia tetap bersekolah.
            Keunggulan dari novel ini terlihat dari alur yang disajikan oleh penulis. Setiap kata-kata yang dihadirkan seolah membuat pembaca tidak ingin melewatkan satu katapun. Selain itu, penulis juga menyajikan kalimat-kalimat yang bermakna, kalimat yang mudah dipahami, dan tidak terlalu banyak pendiskripsian cerita.
            Novel ini sangat  cocok untuk remaja yang menyukai cerita percintaan. Alur, dan cara penulis menyajikan cerita sangat cocok untuk remaja yang menyukai bacaan ringan. Jika kamu membaca novel ini nantinya, tentunya kamu tidak akan pernah bosan. Bahkan, ketika telah selesai membacanya, mungkin kamu ingin sekali lagi membacanya, dan lagi. Jadi, novel ini sangat menarik jika sudah membacanya.








Resensi Tentang Novel I For You ( Cinta yang selalu menjaga ku )

Resensi Novel
Identitas Buku
Judul buku     : I For You (Cinta yang selalu menjaga ku)
Pengarang      : Orizuka
Penerbit         : GagasMedia
Tahun terbit   : 2012   
Genre            : Teen Romance

Penulis
Orizuka (nama asli Okke Rizka Septania) adalah pengarang novel-novel untuk remaja Indonesia yang telah menghasilkan 22 karya. Satu di antaranya yaitu Summer Breeze telah diangkat ke layar lebar pada tahun 2008. Lahir di Palembang 28 tahun silam, penggemar thriller ini senang mempelajari bahasa asing. Selain menulis, di waktu luang ia gemar membaca, menonton, dan mendengarkan musik. 

Sinopsis








Suatu hari dalam hidupku, kau dan aku bertemu. Masih jelas di ingatanku sosokmu yang memukauku. Lidahku jadi kelu, mulutku terkatup rapat karena malu. Setiap malam, bayangmu menari-nari dalam benakku.

Ada sejuta alasan mengapa aku begitu memujamu. Kau menyinari relung gelap hatiku. Kau satu-satunya orang yang ingin kurengkuh. Kau yang bertanggung jawab atas segala rindu. Kau adalah yang teristimewa bagiku.

Tanda-tandanya sudah jelas: aku menyukaimu. Tetapi, bagaimana caranya untuk mendekatimu? Kau begitu jauh, sulit kuraih dengan jari-jemariku.
Dan semakin lama, aku mulai menyadari satu hal. Bahwa kau dan aku mungkin ditakdirkan tak bisa bersatu

            Begitulah kisah cinta yang cukup berliku antara Princessa Setiawan (Cessa) si gadis bermata hazel yang jatuh cinta pada seorang lelaki yaitu Surya, lelaki berkulit sawo matang, dan kutu buku. Kisah cinta ini berawal dari suatu kebencian yang di sebabkan adanya perbedaan status antara mereka berdua. Cessa bagaikan putri istana yang selalu didampingi Benjamin Andrews (Benji) pangeran  impian kaum hawa yang sangat membenci orang miskin. Sedangkan Surya lelaki yang berhasil meraih beasiswa di sekolah ternama , tetapi Surya adalah orang miskin yang sangat membenci orang kaya.
            Begitulah kisah awal mereka dimulai. Dari yang saling membenci, namun diam-diam merasa saling membutuhkan. Cessa yang sebelumnya membenci Surya, perlahan-lahan mulai menerima keadaan status sosialnya Surya. Hal ini berawal dimana saat Surya menolong Cessa dari lemparan bola basket saat Cessa melihat anak-anak sedang bermain basket di lapangan. Cessa menyadari sesuatu tumbuh di hatinya semenjak itu sesuatu yang membuatnya bahagia dan penasaran.
            Kedekatan merekapun terus berlanjut, ditambah dengan kebiasaan dan rasa penasaran dari Cessa yang mengikuti Surya ke perpustakaan. Mereka sasling bercerita, berbagi tentang kehidupan. Dan saat dimana Cessa mengatakan bahwa ia menyukai Surya. Pernyataan yang membuat Surya tidak percaya bahwa  seorang bidadari bisa menyukai dirinya. Akhirnya, seorang Princess yaitu Cessa pun berpacaran dengan Surya si Kutu Buku. Namun, kisah cinta yang mereka alami tidak selamanya berjalan mulus. Ditambah dengan adanya sosok Benji yang selalu ada di sisi Cessa karena suatu alasan. Hal yang paling menyakitkan bagi Surya dimana saat Cessa terluka ataupun sakit Cesaa selalu memanggil nama Benji, padahal notaben nya Surya adalah pacarnya. Dan dalam situasi tersebut Benji juga sudah dekat dengan adik nya Surya yang bernama Bulan maka sebab itu Surya sangat menyesal. Tetapi saat berjalan nya waktu akhirnya Surya mengetahui sebenarnya tentang kedekatan Cessa dan Benji maka dari itu penyesalan yang di alami Surya cukup menyakitkan. Lalu waktu terus berjalan dan dimana dapat di katakan kalo JODOH GAK KEMANA !!! , dan akhirnya mereka bertemu kembali meskipun waktu yang memisahkan mereka sangat lama.
            Novel ini menyajikan tentang kehidupan masa remaja yang indah. Menggambarkan seseorang yang tidak normal ingin merasa normal dengan yang lainnya. Sosok yang rapuh, ingin terlihat sangat kuat dihadapan banyak orang. Novel ini memberikan banyak pelajaran bagi kita semua, bahwa orang yang tidak memiliki kemampuan yang cukup, masih ingin melakukan hal yang sama dengan orang lain. Tidak hanya itu,  di sini juga dijelaskan tentang status sosial yang sebenarnya tidak menjadi penghalang untuk meraih cita-cita. Ini terlihat ketika Surya mati-matian belajar untuk meraih beasiswa agar ia tetap bersekolah.
            Keunggulan dari novel ini terlihat dari alur yang disajikan oleh penulis. Setiap kata-kata yang dihadirkan seolah membuat pembaca tidak ingin melewatkan satu katapun. Selain itu, penulis juga menyajikan kalimat-kalimat yang bermakna, kalimat yang mudah dipahami, dan tidak terlalu banyak pendiskripsian cerita.
            Novel ini sangat  cocok untuk remaja yang menyukai cerita percintaan. Alur, dan cara penulis menyajikan cerita sangat cocok untuk remaja yang menyukai bacaan ringan. Jika kamu membaca novel ini nantinya, tentunya kamu tidak akan pernah bosan. Bahkan, ketika telah selesai membacanya, mungkin kamu ingin sekali lagi membacanya, dan lagi. Jadi, novel ini sangat menarik jika sudah membacanya.

Intisari
Penyakit Von Willebrand adalah kondisi medis yang ditandai dengan memanjangnya waktu pembekuan darah atau perdarahan berlebihan akibat kekurangan faktor von Willebrand. Faktor von Willebrand berperan untuk membentuk sel keping darah (fragmen-fragmen sel kecil yang terlibat dalam pembekuan darah) melekat sehingga mereka dapat menggumpal bersatu dan melekat pada dinding pembuluh darah untuk mengaktifasi tahap pertama dari proses pembekuan darah. Dimana dalam kisah cerita ini Cessa memiliki penyakit tersebut.

Kelebihan
1.      Menarik alur cerita nya.
2.      Banyak kata-kata yang dapat kita simpulkan dan kita pelajari.

Kekurangannya
Mungkin tidak ada karena hampir di dalam cerita di jelaskan apa maksud arti dari kata tersebut.




Selasa, 28 April 2015

Teori-Teori tentang Laporan

Fungsi Dasar Teori

Dasar teori dalam sebuah laporan atau karya ilmiah memiliki beberapa fungsi,diantaranya :

1. Dalam Penelitian yang menggunakan metode kuantitatif,dasar teori berfungsi sebagai bahan atau objek yang diuji secara detail.Sering kali penelitian metode ini menggunakan satu atau beberapa teori untuk diujikan dengan maksud tujuan untuk memberikan bukti apakah sebuah teori masih relevan digunakan atau tidak sama sekali.

2. Dalam penelitian yang menggunakan metode kualitatif, dasar teori berfungsi sebagai utama atau tongkat acuan dalam sebuah penelitian. Hal ini bertujuan karena yang bersifat kualitatif adalah untuk mengembangkan sebuah teori-teori yang telah ada.

3. Dasar teori juga dapat digunakan sebagai pusat peneliti untuk menyusun rancangan sebuah kerangka penelitian. Kerangka pemikiran terdiri dari pemikiran-pemikiran peneliti berdasarkan konsep maupun fakta yang ditemukan di lapangan.

4. Dasar Teori dapat digunakan untuk membantu peneliti dalam menjawab suatu permasalahan yang berkaitan dengan penelitianya yang terdapat di lapangan.

Unsur-Unsur dalam Dasar Teori

Setelah kita mengerti apa itu dasar teori dalam laporan,kita juga dapat mengetahui apa hal-hal yang menjadi suatu unsur penyusun dari sebuah dasar teori tersebut. Dasar teori pada dasarnya bertujuan untuk meneliti pengkajian untuk meneliti sebuah laporan yang sedang di jalankan.

Dalam landasan atau dasar teori biasanya terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut :

1. Bahasan Teori
yaitu membahas teori-teori yangdi pusatkan sebagai acuan dalam penulisan dalam laporan

2. Kerangka Keilmuan atau Pemikiran
 setelah kita membahas toeri-teori yang mendasari sebuah penelitian ,langkah berikutnya yaitu membuat argumentasi atau kerangka pemikirannya .Unsur ini disusun dan di rancang sesuai hasil pemikiran peneliti atau penulis tersebut.

3. Ajuan Hipotesis

Unsur lainya dalam dasar adalah ajuan hipotesis. Hipotesis termasuk sebagai suatu anggapan atau praduga sementara dari seorang peneliti terhadap berbagai masalah terhadap objek permasalahan sehingga penelitian tersebut harus di uji kebenaranya.

Teori-Teori tentang Proposal

Proposal  yaitu suatu usulan kegitan yang disusun secara sistematis dan terinci sehingga membentuk suatu rancangan untuk suatu kegiatan yang bersifat forma. Kemudian pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang di buat untuk menjabarkan karya tulis yang bertujuan kepada si pembaca (individu maupun perusahaan) sehingga mereka mengerti apa isi dari pembuatan penulisan tersebut. Untuk memudahkan pengertian dari proposal yang dalam tulisan ini, kita dapat membandingkannya dengan istilah proposal penelitian dan proposal umum.

Fungsi Proposal

Proposal memiliki fungsi yang sangat penting bagi perseorangan atau lembaga yang akan melakukan usaha, program, atau kegiatan. Fungsi dari proposal adalah sebagai berikut:
       1.      Fungsi proposal untuk melakukan penelitian yang berkenaan dengan agama, sosial, politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya.
       2.      Fungsi proposal untuk mendirikan usaha kecil, menengah, atau besar.
       3.      Fungsi proposal untuk mengajukan tender dari lembaga-lembaga pemerintah atau swasta.
       4.      Fungsi proposal untuk mengajukan kredit kepada bank.
       5.      Fungsi proposal untuk mengadakan acara seminar, diskusi, pelatihan, dan sebagainya.


Proposal Penelitian :  yaitu di gunakan sebagai rancangan untuk penelitian dalam penulisan seperti (skripsi, tesis, disertasi). Dalam dunia ilmiah tersebut proposal yaitu suatu rancangan desain penelitian (usulan penelitian) yang dilakukan untuk meneliti sebuah laporan.Bentuk dari penelitian tersebut memiliki beberapa bentuk seperti penggunaan bahasa, tanda baca, kutipan dan lain lain.
Proposal Umum : biasanya  sering digunakan dalam usulan atau rancangan kegiatan tersebut. Bentuk dari proposal ini memiliki banyak kesamaan dengan model proposal yang sering di gunakan dalam beberapa metode ilmiah, karena penulisan nya yang tidak terlalu kaku maka tidak terlalu di tekan kan dalam penggunaan bahasanya. Meskipun,  terlalu bebas bahasanya tetap mengikuti kaidah dan sistemtis dalam penulisannya agar dapat di mengerti.

     A.  Jenis-Jenis Proposal
Berdasarkan bentuknya : proposal berbentuk formal, semiformal dan nonformal.

1. Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu:
bagian pendahuluan, yang terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan.
isi proposal, terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan, ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya. bagian pelengkap penutup, yang berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.

     2. Proposal semiformal dan nonformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi aturan atau syarat-syarat tertentu meskipun tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.

     B. Isi Proposal

Isi proposal ada dua, seperti yang diatas adalah : isi proposal yang berbentuk kompleks, dan yang sederhana meliputi: nama kegiatan (judul), dasar pemikiran, tujuan diadakannya kegiatan, ruang lingkup, waktu dan tempat kegiatan, penyelenggara (panitia), anggaran biaya, dan penutup. Seperti proposal pembangunan Masjid, proposal seminar , proposal perlombaan olahraga dan lain-lain. dan Proposal Bantuan Dana (Sponsorship) ,Proposal Rencana Kegiatan seperti Usaha (Bisnis), Organisasi Pengurus dan Kepanitiaan,

C. Ciri-Ciri Proposal

1. Proposal dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan
2. Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan
3. Berisikan tujuan-tujuan, latar belakang acara
4. Pastinya proposal itu berupa lembaran-lembaran pemberitahuan yang telah di jilid yang  nantinya diserahkan kepada yang mempunyai acara dan lain-lain yang sulit untuk dijelaskan (dicari).

D. Sistematika Penulisan Proposal

1. Pendahuluan
Berisi tentang hal-hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakan kegiatan tersebut.
Hubungan kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari(nyata).Point-point pembahasan pada pendahuluan ini, mengacu pada komponen S-W-O-T yang telah dibahas sebelumnya.

2. Dasar Pemikiran
Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan, misalnya: Tri Darma Perguruan Tinggi, program kerja pengurus dan lainlain
Jika kegiatan tersebut bukan dari organisasi, maka didasarkan secara umum, misalnya : Peraturan Pemerintah No sekian.

3. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut ( umum dan khusus)
Tentukan juga keluaran ( output ) yang dikehendaki seperti apa.

4. Tema
Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut.

5. Jenis Kegiatan
Diperlukan untuk menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan jika kegiatannya lebih dari satu,
Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut. Misal: berupa Seminar, Pelatihan, penyampain materi secara lisan, Tanya jawab dan simulasi dll.

6. Target
Berisi uraian yang lebih terperinci dari Tujuan (Point 3) terutama mengenai ukuran-ukuran yang digunakan sebagai penilaian tercapai atau tidaknya tujuan.

7. Sasaran/Peserta
Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan tersebut ( atau lebih kenal dengan peserta).

8. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Tentukan dimana, hari, tanggal, bulan, tahun serta pukul berapa akan dilaksanakan kegiatan tersebut.

9. Anggaran Dana
Dalam anggaran disini, hanya disebutkan jumlah total pemasukan dan pengeluaran yang diperkirakan oleh panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri.

10. Susunan Panitia
Dalam halaman atau bagaian susuna panitia, biasanya hanya ditulis posisi yang penting-penting saja, seperti Pelindung Kegiatan, Ketua panitia, Streering Commite dll, sedangkan kepanitian lengkap dicantumkan dalam lampiran.

11. Jadwal Kegiatan
Dibuat sesuai dengan perencanaan dalam kalender Kegiatan yang telah disusun sebelumnya Atau bisa juga ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.

12. Penutup
Berisi tentang harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi Semua pihak. Ditutup dengan lembar pengesahan proposal Terakhir, diikuti dengan lampiran.

13. Lampiran 
Hal-hal yang dapat membantu untuk memperkuat atau memperjelas tujuan proposal dapat dijadikan lampiran proposal. Misalnya sketsa masjid untuk proposal kegiatan pembangunan masjid. Bahkan, daftar panitia, anggaran biaya, dan daftar nama peserta pun dapat dimasukkan dalam lampiran dengan catatan diberi keterangan terlampir.






Senin, 27 April 2015

Proposal Kegiatan

Proposal Kegiatan Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi Terhadap Pergaulan Bebas Remaja Di Bekasi

I     . Latar Belakang
   Banyak terjadinya kasus asusila pencabulan terhadap anak-anak dibawah umur atau pergaulan bebas yang telah marak berkembang dimasyarakat hal ini disebabkan oleh adanya kemajuan teknologi informasi terutama internet. Dengan adanya warung internet (Warnet) dengan mudah anak-anak dapat mengakses situs-situs negatif terutama porno dll. Ini di sebabkan adanya faktor lemahnya pengawasan dari orang tua tersebut sehingga menjadi masalah penting terjadinya pergaulan bebas. Maka dari itu perlu diadakan bimbingan acara seminar pengaruh perkembangan teknologi informasi terhadap pergaulan bebas untuk seluruh siswa-siswi maupun mahasiswa-mahasiswi yang ada di Kota Bekasi ini yang dilaksanakan di Gor Bekasi.

II   . Perumusan Masalah
·   Apakah efek dampak dari teknologi informasi terhadap pergaulan bebas remaja di Kota Bekasi.
·   Apa penyebab terjadinya tindakan asusila terhadap anak dibawah umur.

III  . Pembatasan Masalah
   Dari perumusan masalah diatas, agar kita dapat pembahasan lebih terfokus dan berbobot, topik atau permasalahan dibatasi hanya pada “Dampak Teknologi Informasi Terhadap Pergaulan Bebas Pada Remaja”.

IV  . Tujuan Pelaksanaan
   Tujuan seminar ini agar semua siswa maupun mahasiswa di Kota Bekasi dapat mengetahui dampak teknologi informasi terhadap pergaulan bebas pada remaja dan dapat mengantisipasinya.

V    . Jenis Kegiatan
   Seminar pengaruh perkembangan teknologi informasi terhadap pergaulan bebas remaja di Bekasi.

VI   . Teknik Pelaksanaan
1.  Mengundang seluruh siswa SMP, MTs – SMK, SMA, MA, MAK, dan Mahasiswa Universitas    dengan beberapa perwakilan masing-masing sekolah 30 anak.
2.  Selanjutnya dilakukan seminar di Aula Gor Bekasi.

VII  . Lokasi dan Waktu Pelaksanaan
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada
Hari        : Sabtu, 3 Mei 2015
Waktu    : 08.30 – 11.00 Wib
Tempat   : Aula Gor Bekasi

VIII. Program Kegiatan
Jadwal pelaksanaan seminar

  No

  Kegiatan
Pelaksanaan

     Hari
Tgl/ Bln/ Thn
   Waktu

Tempat
   1.
Penyebaran undangan
Senin-Selasa
27-28/ 05 / 2015
08.00-12.00 Wib
Siswa & Mahasiswa kota Bekasi
   2.
Seminar
Sabtu
03 / 05 /2015
08.30- 11.00 Wib
Aula Gor Bekasi


IX   . Kepanitiaan
Berikut ini susunan panitia :
·         Pembina             : Drs. Ahmad Nasution, M.T.
·         Ketua                 : Rudi Alvero
·         Sekretaris          : Rani Saniyah
·         Bendahara         : M. Edi Jayvon
·         Anggota             : 1. Isnan Bahrduin
                                       2. Mahmud Zaenal
                                       3. Yunus Abdul
                                       4. Tere Naomi
                                       5. Jojo Arif


X      . Anggaran Biaya
 No
                     Jenis angaaran
       Rincian jumlah
  1.
Transportasi
Rp.   70.000,00
  2.
Makanan dan minuman
a.       Tamu undangan 300 x Rp. 3.500
Rp. 700.000,00
b.      Panitia 20 x Rp. 5.000
Rp.   60.000,00
c.       Minuman gelas 10 kardus x Rp. 20.000
Rp. 105.000,00
  3.
Peralatan
Rp. 250.000,00
Jumlah anggaran
Rp. 1.185.000,00



XI    . Penutup
   Demikian isi dari proposal ini. Besar harapan kami agar proposal ini dapat disetujui.

Bekasi, 10 April  2012
Panitia Pelaksan
 Sekretaris                                                                                           Ketua
                                                                                
   Rani Saniyah                                                                                     Rudi Alvero

Mengetahui

Walikota Bekasi

Rahmat Effendi